#MoonStar!

0 komentar
 Aku akan selalu menjadi bintang. Paling terang di antara jutaan gemintang lainnya! :)

^^

     Kamu menyukainya seperti kamu menyukai rembulan yang menggantung di atap kota. Kalian selalu berbincang hangat mengusir bosan yang menghampiri. Hingga kalian lupa akan waktu dan menghabiskan puluhan kuota hanya untuk chattingan. Dia memang sosok yang menyebalkan. Tetapi lama-lama kamu menyukainnya. Ia seperti datang disaat matahari tak lagi tampak. Menyinari separuh hati mu di kelamnya malam. Membuatmu seperti hidup dan mengembalikan senyuman mu yang telah lama pudar.

     Hingga kamu tak dapat lagi menahan rasa yang mulai tumbuh di hatimu. Mulai menggerogoti hatimu tanpa diminta. Yah.. laksana kobaran api. Terus memanasi perasaan. Tapi kamu seperti punya sesuatu yang membuat rasa itu tak lagi panas. Kamu bisa merasakannya setiap kamu menatap matanya.

     Terkadang kamu sebal dengan tingkah konyol mu didepannya. Selalu bertanya tentang kabar. Tentang sekolah. Hingga ia bosan berbicara dengan mu. Anehnya, kamu selalu bisa membuat orang lain tertawa, membuat orang lain nyaman dengan setiap humor yang kau buat sendiri, membuat orang menahan pipis atau bahkan sakit perut melihat tingkah konyol mu. Tapi tidak di depannya. Kamu seperti kaku. Hanya mampu menatapnya dan waktu seperti berlangsung begitu cepat. Terkadang hanya keheningan yang mengisi setiap pertemuan kalian. Tapi kamu tetap menghargai waktu tersebut. Dengan begitu, kamu bisa menatap wajahnya terus. Dan saat waktu pertemuan itu berakhir. Terbesit kecewa di hati mu. Aku tak bisa lagi menatapnya. Padahal kamu sudah berjam-jam memerhatikannya. Tanpa disadiri.

      Kamu menganggapnya, dia seperti rembulan. Menerangi separuh hatimu di kelamnya malam. Mengajari mu tentang banyak hal. Mengajakmu tertawa. Hingga mampu memecahkan kegugupan yang kamu buat. Dan bibirmu mulai menyunggingkan senyuman.

     Kamu beranggapan, bahwa dia menyukaimu. Walaupun dia tidak mengungkapkannya. Kamu selalu melihat gerak-geriknya. Melihat setiap respon ocehan cerewet mu. Membiarkan kan mu berkicau walau dia sibuk sekalipun. Terkadang, kamu menyadari, bahwa ia sedang memperhatikanmu dari kejauhan. Walau sebenarnya itu belum tentu benar. Dia juga seperti pendukung dari setiap mimpi-mimpi mu. Dan dia juga sering mendengarkan semua cerita-cerita mu yang sebenarnya tidak perlu diceritakan. Tetapi tidak tau dihatinya, apa ia begitu ikhlas, atau karena terpaksa.

     Rembulan selalu indah bagimu. Dan kamu selalu menemukan wajahnya yang terpantul cahaya dewi malam itu. Hingga kamu bergumam. Aku adalah bintang, yang menemanimu dikelamnya malam.
 
     Pada suatu waktu, kamu benar-benar tidak bisa menahan semua rasa yang tumbuh di hatimu. Dan kamu, dengan gugupnya, menyampaikan rasa itu. 

     Diam-diam di hatimu, berharap dia juga menyukaimu. Dan jika itu terkabulkan, kamu akan senyum-senyum sendiri. Kamu akan pulang dengan wajah gembira. Lalu menyambar telepon dan menelpon satu-satu sahabatmu tentang apa yang terjadi. Tidak peduli sesibuk apa mereka. Tidak peduli sedang tidur atau bahkan ujian sekalipun. Satu lagi, kamu akan merasa senang bukan kepalang. 

    Tapi jika takdir berkata lain, tidak bisa dipungkiri. Dan cinta itu, bukan untuk dipaksakan. 

“Aku gasuka sama kamu..” Jawab nya sambil tersenyum :)
 

Just For Fun Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea