Senyata malam menyambut mu, pada jalan lurus tak berkelok itu. Aku menyukai wajah samping mu yang tertimpa cahaya kunang kunang. Seumpama terang di tengah gelap.
Dengan baju ungu yang sangat ku suka. Mata mu sayup-sayup menuju surau. Baru terbangun dari lelapnya malam. Rembulan menimang mu untuk tetap terbuai mimpi. Purnama cemburu pada lekuk wajahmu dengan tetes air wudhu.
Sepertinya tidurmu nyenyak malam itu? Aku bergumam. Walau tidur tanpa alas pada pualam yang dingin. Berbantalkan ransel mu, di dalam ruangan remang cahaya.
-14.01.2015-
Minggu, 18 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar